‘bismillahi rahmani rahim’
Memulai dengan menyebut nama Allah.
Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya.
Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.
Setelah sekian lama mengetahui bahwa ada komunitas baru yang berisikan orang-orang yang mencoba peruntungannya (mengais sesuap nasi) di dunia maya, akhirnya aku putuskan juga untuk mencoba peruntungan melalui media itu. Dahulu mereka menyebut komunitas mereka dengan nama ‘jumatan’, akan tetapi sekarang tampil beda dengan nama lain, yang sampai sekarang ini aku pun tidak tahu apa. Mungkin dulu disebut jumatan karena kalau kumpul di hari jumat malam, tetapi sekarang telah pindah jam kumpul, yakni pada selasa malam.
Malam ini aku coba untuk mengikuti kumpul-kumpul bareng lagi di malam selasa ini untuk yang kedua kalinya. Biasanya setelah kumpul bersama di Komplek UGM, malamnya lagi dilanjutkan dengan BOLANG bareng-bareng di IC2 (sekitaran karangkajen). Nah, malam ini juga pun, aku mencoba memberanikan diri untuk ikut bolang di IC2 (Mabes business man). Post ini aku tulis dan aku ketik malam hari ini juga di IC2 yang begitu kondusifnya tempat ini untuk mengoprek-oprek dunia maya.
Setelah aku lihat-lihat, terka-terka dan rasa-rasakan suasana di malam hari ini sungguh mengasyikkan. Semuanya pada sibuk dihadapan PC dan laptopnya masing-masing, seakan-akan larut dalam keheningan malam di layarnya sendiri-sendiri. Selain itu juga, mengusahakan bisnis di dunia maya, ternyata tidak segampang yang kita kira. Butuh extra telaten dan membaca kondisi pasar di dunia maya. Untuk itulah mungkin para teman-teman disini sangat tenang dengan gadgetnya masing-masing. Sukses teman!
Mungkin sekian dulu ceritera dariku untuk malam hari ini. Semoga aku juga bisa menjadi orang yang berguna di dunia maya. Semoga juga semua teman-teman bisa dapat yang lebih baik dari yang sekarang, seperti apa yang diharapkan oleh kalian. Amin!
IMAN YAQIN

Kebahagiaan seluruh makhluk ada pada genggaman Allah SWT.
Khusus untuk manusia, Allah meletakkannya pada agama yang sempurna sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Kekurangan bahkan ketiadaan agama pada manusia akan mengakibatkan kesengsaraan di dunia dan celaka di akherat.
Untuk mencapai agama yang sempurna dibutuhkan iman yang sempurna pula kepada Allah.
Sekecil-kecil iman akan Allah berikan surga yang luasnya 10 kali kerajaan dunia.
Untuk mendapatkan iman yang sempurna diusahakan dengan cara membicarakan sifat-sifat iman kepada Allah SWT, yaitu:
a. Allah Kholiq, Allah Maha Pencipta.
b. Allah Malik, Allah Maha Memelihara.
c. Allah Raziq, Allah Maha Memberi Risqi.
Dengan iman dan yaqin pada ketiganya akan menjadikan kita ahli syukur.
d. Allah Sami’, Allah Maha Mendengar.
e. Allah Alim, Allah Maha Mengetahui.
f. Allah Bashir, Allah maha Melihat.
Dengan iman dan yakin kepada ketiganya kita akan mentaati perintah Allah dan malu melanggar laranganNya.
Allah yang menciptakan suasana dan keadaan.
Segala yang nampak dan yang tidak nampak datangnya dari khazanah Allah.
Allah menciptakan semua makhluk dengan kodrat dan iradatnya tanpa bantuan apapun dari makhluk.
Itulah kalimat:
LAA ILAAHA ILLALLAH
Satu dari studi kepemimpinan adalah studi kepemimpinan berdasarkan sifat, watak atau kualitas pribadi pemimpin. Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa, keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat atau watak, kualitas pribadi yang dimiliki oleh pemimpin itu. Kualitas pribadi tersebut dapat bersifat fisik dan psikis.
Pada awalnya studi ini berorientasi pada ciri-ciri fisik, kepribadian (watak) dan keterampilan. Ciri-ciri fisik meliputi: tinggi badan, penampilan, tingkat energi. Sedangkan kepribadian meliputi: harga diri, pengaruh dan kemantapan emosi. Kemudian keterampilan meliputi kecerdasan, kelancaran bicara, keahlian dan wawasan kemasyarakatan.
Titik sentral keberhasilan kepemimpinan terletak pada faktor internal kepemimpinan, tanpa memperhatikan faktor-faktor eksternal, yaitu bawahan dan lingkungan. Padahal bawahan yang memiliki kemauan dan kemampuan, beserta seluruh latar belakang pengalamannya, serta lingkungan kerja multidimensional sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku pemimpin.
Menurut Stogdill (1948), kriteria kepemimpinan ditandai dengan berbagai macam sifat, yaitu:
- Usia (Chrinologicalage)
- Tinggi badan (Height)
- Berat badan (Weight)
- Gejala fisik, Energi dan Kesehatan
- Penampilan (Appearence)
- Kemampuan berbicara (Fluency of speak)
- Scholarship
- Pengetahuan (Knowledge)
- Kemampuan menilai dan pengambilan keputusan (Judgement and Decision)
- Wawasan (Innsight)
- Keaslian
- Kemampuan menyesuaikan (Adaptability)
- Introver-ekstrover (Introvers and Extrovers)
- Keunggulan (Dominance)
- Inisiatif, tekun, semangat (Initiative, Persistance, Ambition)
- Tanggung jawab (Responsibility)
- Harga diri dan keyakinan (Integrity and Conviction)
- Percaya pada diri sendiri (Self-Confidence)
- Pengendalian diri, optimis (Mood Controle, and Mood Optimission)
- Pengendalian emosi (Emotional Controle)
- Kedudukan sosial dan ekonomi (Social and Economic status)
- Aktivitas sosial dan mobilitas (Social Activity and Mobility)
- Kegiatan olah raga (Biosocial Activity)
- Kecakapan bergaul (Social Skill)
- Ketenaran – wibawa (Popularity, Prestige)
- Kerja sama (Cooperation) more…
A. SHALAT JAMAK
1. Pengertian Shalat Jamak
Shalat jamak adalah shalat yang dikumpulkan atau digabung dari shalat dua waktu dikerjakan dalam satu waktu, yaitu shalat dzuhur dan shalat ashar dikerjakan pada waktu dzuhur atau ashar, shalat magrib dan isya dikerjakan pada waktu magrib atau pada waktu isya. Sedangkan shalat subuh harus dikerjakan pada waktu subuh, tidak boleh dijamak dengan shalat lain.
2. Syarat Sah Shalat Jamak
Shalat jamak sah dilakukan apabila:
a. Dalam perjalanan yang dilakukan bukan untuk maksiat, seperti silaturahmi, berdagang, dan sebagainya.
b. Perjalanan jauh (berjalan sehari semalam dengan kendaraan unta).
c. Shalat yang dijamak adalah shalat adaan (tunai) bukan shalat ganti (qadha).
d. Berniat jamak ketika takbiratul ihram.
3. Praktek Shalat Jamak Takdim/Takkhir
Shalat jamak dimulai dengan niat ketika takbiratul ihram yang dapat dilafazkan sebagai berikut:
“ushalli fardhoddhuhri arbaA rakaAAtin jamAntaqdiim maAlAshri lillaahi taAAla”
Artinya: sengaja saya shalat fardhu dzuhur empat rakaat serta asar jamak taqdim karena Allah Taala’.
Kemudian membaca doa iftitah, Al Fatihah dan surat/ayat pendek. Kemudian melakukan ruku’, I’tidal, dan sujud sempurna. Selanjutnya, duduk diantara dua sujud yang kemudian sujud kembali seperti sujud yang pertama, setelah itu berdiri kembali untuk melaksanakan rakaat kedua dan seterusnya sampai selesai shalat dzuhur.
Setelah selesai shalat dzuhur maka dilanjutkan dengan shalat ashar, dan sebelumnya dilakukan qamat terlebih dahulu. Kemudian dimulai lagi dengan niat shalat ashar yang apabila dilafazkan sebagai berikut:
“ushalli fardholAshri arbaA rakaAAtin jamAntakhiir maAdzuhri lillaahi taAAla”
Artinya: sengaja saya shalat fardhu asar empat rakaat serta dzuhur jamak ta’khir karena Allah Taala’. more…




